REPUBLIKA.CO.ID,
KLATEN -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy meminta agar
kejadian aksi konvoi, perusakan dan penganiayaan siswa di Kabupaten Klaten
jangan sampai terulang lagi.
"Saya
berkunjung ke Klaten untuk mengecek langsung kejadian apa benar seperti yang
diinformasikan di media sosial itu, yang katanya sampai ada korban jiwa,"
kata Mendikbud disela kunjungannya di SMA Negeri 1 Klaten, Jateng, Kamis (4/5).
Namun,
kata Mendikbud setelah berkunjung ke sekolah-sekolah yang siswanya terlibat
seperti yang diberitakan media sosial ternyata tidak sebanyak yang dilaporkan
itu.
"Kendati
demikian, Mendikbud menyesalkan dan ikut prihatin kejadian yang menimpa korban
terutama anak siswa SMA Negeri 1 Klaten, ada empat siswa terluka semoga segera
pulih terutama mereka ada pengalaman trauma," ujar Mendikbud.
Mendikbud juga mengimbau kejadian tersebut agar tidak terulang kembali, terutama Klaten dan di tempat-tempat lainnya. Mendikbud mengatakan pihaknya setelah melihat di lapangan sendiri berita yang tersebar di media sosial ternyata tidak semuanya benar.
Kejadiannya
tidak seseram yang diberitakan, ternyata banyak foto-foto yang dimuat dimedia
sosial tidak di Klaten. "Saya
sangat menyesalkan mereka-mereka yang melakukan tindakan itu, tidak terpuji
membuat masyarakat resah. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, kita harus saling
bertanggung jawab. Mestinya justru ikut mendinginkan masalah jangan memancing
persoalan," tutur Mendikbud.
Mendikbud mengimbau masyarakat atau para
pembaca terutama melalui media sosial lebih kritis dan cermat, terutama mereka
yang memegang kewenangan mengambil keputusan agar tidak salah menetapkan atau
harus mengetahui terlebih dahulu di lapangan untuk bisa mengambil kesimpulan
untuk langkah berikutnya.
Selain itu, Mendikbud juga mengimbau
seluruh sekolah dimana saja berada terutama kepala sekolah dan para pendidik
untuk betul-betul memperhatikan para siswanya terutama yang baru saja
menyelesaikan studinya atau lulus sekolah, karena nanti akan ada jedah waktu
saat masuk ke sekolah baru merupakan hari-hari yang sangat rawan.
"Para siswa yang sedang eforia
kelulusan sekolah supaya guru-guru ikut bertanggung jawab. Jadi jika ada
kejadian seperti ini, meski di luar sekolah saya mnta pertanggung jawaban para
guru terutama kepala sekolah. Anak-anak dipantau jangan sampai terhanyut eforia
yang berlebihan," ujar Mendikbud.
Plt Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan
Pemkab Klaten memang merasa kecolongan atas kejadian konvoi para siswa yang
sedang eforia atas kelulusannya pada Selasa (2/5). "Saya berharap kejadian
itu, ke depan tidak terulang kembali," kata Sri Mulyani.
Kepala
Sekolah SMAN 1 Klaten Kawit Sudiyono mengatakan ada empat siswanya kelas 11
semuanya tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera menjadi korban penganiayaan
oleh rombongan pelajar SMA dan SMK yang sedang berkonvoi merayakan hari
pengumuman kelulusan di depan sekolahnya.
Menurut
Kawit para siswanya tersebut sedang jajan di pedagang makanan di warung depan
sekolahnya secara tiba-tiba mereka diserang rombongan konvoi itu. Keempat siswa
yang korban luka-luka yakni Naufal Fatoni, Cabndra Yuwan, dan Saiful.
Sumber:http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/05/04/opf4f6330-mendikbud-sesalkan-aksi-konvoi-siswa-luluslulusan-di-klaten








Lucky Club: The Best Casino Site In India | Lucky Club
ReplyDeleteLucky Club luckyclub.live is one of the world's largest online gaming sites where players can experience a wide variety of games. Lucky Club is an online gaming site where you can