Pendaki dibatasi, Merapi Kembali Meletus




TRIBUNJOGJA - Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Senin (21/5/2018) pukul 01.25 WIB. Letusan ini menyemburkan asap setinggi 700 meter.
Terkait letusan freatik ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi hanya sampai di Pasarbubar kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
Selain itu, kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki.


Saat ini hujan masih terjadi di seputar Gunung Merapi, sehingga masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
Letusan freatik Gunung Merapi kali ini tak sebesar letusan freatik pada Jumat (11/5/2018) lalu.
BPPTKG melalui akun Twitternya, menjelaskan, letusan yang terjadi pada pukul 01.25 itu menyemburkan asap setinggi 700 meter dari atas puncak.
"Telah telah terjadi letusan freatik kecil atau hembusan pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 m teramati dari Pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 20 mm.
#statusnormal," demikian twit BPPTKG.
Meskipun demikian, status Gunung Merapi masih dinyatakan normal, sehingga masyarakat diminta tidak panik dan beraktivitas seperti biasa.
Letusan ini menyebabkan hujan abu di wilayah Cawang Bebeng atau di bagian barat Gunung Merapi.
Sebelumnya, letusan freatik terjadi pada Jumat (11/5/2018) lalu pukul 07.40 WIB. Saat itu, ketinggian kolom abunya mencapai 5.500 meter dari atas puncak.
Sebelum erupsi tersebut terjadi, BPPTKG tidak mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Gunung Merapi Kembali Meletus, Pendaki Dibatasi Sampai Pasarbubar, http://jogja.tribunnews.com/2018/05/21/gunung-merapi-kembali-meletus-pendaki-dibatasi-sampai-pasarbubar

Editor: iwanoganapriansyah





Lowongan Guru SD 2018

www.sdithidayatullah.net | LOWONGAN GURU AL QUR'AN DAN KARYAWAN BAGIAN 5K.

Bismillahirrahmanirrahiim.
SDIT Hidayatullah Yogyakarta sedang membutuhkan :

- 8 Guru Al Qur'an
- 1 karyawan bagian 5K

Syarat :

1. Laki-laki/Perempuan (Guru Al-Quran)
2. Laki-laki (Karyawan bagian 5K)
3. Bisa membaca Al Qur'an dengan Tartil.
4. Senang dengan dunia anak.
5. Khusus Guru Al-Quran, sudah sertifikasi metode UMMI (lebih diutamakan)

Surat lamaran dilampiri dengan:
1. Curriculum Vitae
2. FC Ijazah Terakhir dan Transkrip Nilai
3. FC KTP
4. FC Sertifikat UMMI yang masih berlaku (jika sudah sertifikasi)

Lamaran bisa disampaikan langsung/kirim via pos/lainnya ke SDIT Hidayatullah (paling lambat 1 Juni 2018).

Alamat : 
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.

Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut dan mengikuti tes seleksi pada : 
Senin, 4 Juni 2018, pukul 08.00 wib - selesai.

📞Info Lebih Lanjut Hubungi :

1. 0856 3651 465 (Guru Al-Quran)
2. 0877 3821 9070 (Bagian 5K)

Awal Puasa 1439 H Jatuh Pada 17 Mei 2018

Sidang isbat 

Sore ini sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1439 H digelar. Sidang itsbat memutuskan 1 Ramadhan 1439 H, yang berarti awal umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018.
"Dari paparan yang kita simak bersama berdasarkan perhitungan hisab maka ketinggian hilal dinyatakan masih di bawah ufuk berkisar -1 derajat 36 menit sampai dengan 0 derajat 2 menit. Sampai sidang isbat berlangsung ada kesaksian dari 32 daerah, tidak ada satupun yang berhasil melihat hilal," kata Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5). 


"Dengan demikian 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018 kita akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan," sambung dia.
Lukman menambahkan, hilal belum terlihat di sebagian besar lokasi pemantauan di seluruh Indonesia
Sidang sudah mulai digelar sejak pukul 17.00 WIB. Secara keseluruhan sidang itsbat ini dihadiri sejumlah pimpinan ormas Islam, MUI, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan dari 22 negara-negara sahabat dan sejumlah tokoh Islam. 
Sumber: https://today.line.me/id/pc/article/Hari+Pertama+Puasa+Jatuh+Pada+17+Mei+2018-8JvPGV

Karakteristik Bom The Mother of Satan


Jakarta - Teroris pengebom sejumlah gereja, dan rusunawa di Sidoarjo, menggunakan bom jenis TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki 'The Mother of Satan'. TATP merupakan bom kimiawi yang memiliki daya ledak tinggi.

Polisi menyatakan TATP merupakan jenis bom yang mudah dibuat, namun sangat sensitif dan tidak stabil. Bom ini termasuk dalam kategori high explosive.





Bentuk senyawa kimia TATP ini berupa serbuk dengan butiran seukuran gula pasir. TATP ini memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suhu udara di atas 86°C, gesekan benturan dan aliran listrik. TATP tidak larut dalam air dan baunya menyerupai aseton. Velocity of detonate (VoD) TATP mencapai 5.300 m/s.




"Nama lainnya adalah mother of satan atau peroxyaceton," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat menjelaskan soal teror bom di Mal Alam Sutera, 29 Oktober 2015 lalu. Saat itu Tito masih menjabat Kapolda Metro Jaya.


Mal Alam Sutera memang pernah diserang oleh seseorang bernama Leopard Wisnu Kumala. Serangan tersebut terjadi tahun 2015. Saat itu, Leopard berhasil meledakkan 2 bom di Mal Alam Sutera pada 9 Juli dan 28 Oktober 2015, namun dia juga gagal meledakkan 2 bom lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ada sejumlah korban luka.


Di Surabaya, 'Mother of Satan' pertama meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pukul 06.30 WIB, Minggu (13/5). Bom itu diledakkan 2 putra teroris Dita Oeprianto (48), YF (18) dan FA (16) yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Selain pelaku, ada 5 warga yang jadi korban jiwa.


Bom kedua meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya yang terletak di Jl Diponegoro pukul 07.15 WIB di hari yang sama. Bom itu diledakkan oleh istri Dita, Puji Kuswati (43) yang mengajak 2 putrinya yakni FS (12) dan FR (9). Mereka sebelumnya diantar oleh Dita dengan mobil. Tak ada warga yang jadi korban jiwa dari ledakkan ini.


Bom ketiga yakni diledakkan sendiri oleh Dita di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya pukul 07.53 WIB. Dita meledakkan bom dengan menabrakkan mobil ke gereja tersebut. Ada 6 warga yang jadi korban jiwa.


Selanjutnya adalah bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Bom itu meledak saat penindakan oleh Densus 88. 'Mother of Satan' ini jadi senjata makan tuan yang menewaskan 3 terduga teroris.


Mother of Satan bukan kali ini dipakai oleh teroris di Indonesia. Sebelumnya pada bom yang meledak di Kampung Melayu pun menggunakan jenis bom yang sama.





Bom di Kampung Melayu yang juga menggunakan 'Mother of Satan' meledak pada Rabu (24/5/2017). Sebanyak 3 anggota Polri dan 2 pelaku tewas akibat peristiwa ini.


Pada September 2017, 'Mother of Satan' meneror Paris, Prancis. Bahan bom ini ditemukan dalam sebuah apartemen di Villejuif, pinggiran Paris pada Rabu (6/9/2017) waktu setempat.


Teroris yang beraksi di Brussels, Belgia, tahun 2016 pun diduga memakai 'Mother of Satan'. Sebanyak 31 orang tewas dan 300 lainnya luka-luka pada teror yang terjadi di bandara Brussels pada Selasa (22/3/2016).
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4020765/begini-karakteristik-bom-the-mother-of-satan


TRAGEDI Boom Gereja Surabaya

Sandri Rumanama.         Bukan Tipe Serangan Teroris

Jakarta. Peristiwa  BOM Bunuh diri di tiga gereja di Surabaya merupakan perbuatan terkutuk, dan sangat provokatif. Hal ini di tegaskan oleh pengamat sosial politik Sandri Rumana.

Sandri Rumanama menambahkan bahwa tragedi naas yang terjadi di Surabaya merupakan rentetan pristiwa provokatif yang belakangan ini terjadi, namun Sandri menegaskan bahwa yang  menyerang geraja di Surabaya bukan TERORIS apalagi ISIS.

Jika kita ikuti perjalan ISIS dan misi mereka serta teroris dengan misi mereka secara geografis politik mereka tak pernah menyerang geraja, jika ada teroris yang menyerang gereja maka itu teroris jadi jadian. Paparnya

Sandri menjelaskan teroris lebih cendrung menyerang daerah dengan aktivitas padat dan di duga adalah penyelewengan terhadap adab dan ajaran kemanusiaan, teroris  boleh radikal tapi mereka punya misi dan visi dan dalam perjalanan teroris tidak pernah menyerang geraja. Jelasnya

Apalagi ISIS tidak ada hubungannya dengan geomatrix politik dan misi ISIS, untuk menyerang umat yang beda agama dalam keadaan beribadah, secara struktural sosial dalam kajian telematika politik ini bagian dari design politik yang sangat keji dan provokatif. Ulasnya

Saya tak membela teroris dan ISIS saya hanya merasa ada keganjalan dari peristiwa peristiwa ini, sebabnya dalam berbagai catatan teroris mereka tak memiliki musuh umat lain. Mereka lebih cendrung terhadap isue-isue sosial, budaya, etika dan kemanusiaan bukan semata karena perbedaan agama sehingga mereka menyerang orang yang beda agama. Jelas Sandri seperti di lansir dari akun media sosialnya

Pemuda berdarah Maluku ini mengklaim bahwa peristiwa yang terjadi hari ini di Surabaya adalah efek dari gejolak politik sehingga memunculkan isur provokatif dan tolong jangan kambing hitamkan umat islam. Ungkap Sandri

"Isue seperti ini sudah tak mapan lagi dimata rakyat namun sangat biadab karena yang di bunuh adalah manusia bukan semut" Ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa pada hari telah terjadi tiga pemboman di beberapa geraja di Surabaya yakni gereja Santa Maria, Ngagel madya, GKI Dipenegoro & GPPT Arjuno.

#AYO VIRLAKAN

Jangan Kambing Hitamkan Umat Muslim

Lebih Dari Seribu Murid Ikuti Tarhib Ramadhan 1439 H dan Pawai "Bebaskan Baitul Maqdis"


www.sdithidayatullah.net | (Jum’at, 11 Mei 2018) Lebih dari seribu peserta didik yang terdiri dari siswa-siswi TKIT Yaa Bunayya, SDIT Hidayatullah dan SMI Hidayatullah Yogyakarta bersemangat mengikuti kegiatan Tarhib Ramadhan 1439 H yang dikemas dalam bentuk pawai “Bebaskan Baitul Maqdis”. Kegiatan ini digagas oleh Sahabat Al Aqsa dan Yayasan As-Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta. Adapun rute yang dilalui adalah dimulai dari Pondok Pesantren Hidayatullah ke arah Utara, melewati jalan raya kemudian masuk ke pertigaan Kayunan dan kembali ke Pondok dari arah Selatan.


Kelas 1 pun tak kalah semangat dari kakak-kakak kelasnyaSepanjang perjalanan para peserta pawai terlihat sangat antusias dan bersemangat. Yel-yel, nasyid-nasyid perjuangan, dan kalimat takbir terdengar bersahut-sahutan dari lisan kecil  mereka. Spanduk, Bendera dan beragam poster tergenggam erat di jemari mereka. Meski rute pawai terbilang cukup jauh untuk ukuran peserta didik TK dan SD, namun sedikit pun tak terdengar keluhan karena lelah dan capai berjalan. Semangat mereka tak surut meski di tengah berlangsungnya kegiatan pawai terdengar gemuruh dari Gunung Merapi, langit kemudian menggelap dan disertai hujan abu. Panitia sigap menangani kondisi lapangan, masker segera dibagi. Peserta TK dan SD lalu dipulangkan setelah sampai di pondok, adapun siswa SMI tetap melanjutkan acara Teatrikal di Masjid.


Saat Erupsi Merapi berlangsung, Panitia segera membagikan masker


Peserta pawai dari TK IT Yaa Bunayya

Ada satu lagi cerita menarik dan mengharukan di tengah berlangsungnya kegiatan pawai. Disaat iring-iringan sedang menyusuri jalan raya yang ramai oleh kendaraan, menepi sebuah mobil BMW yang dikendarai oleh seorang Ibu muda, menahan langkah salah seorang Ustadzah yang bertugas mendampingi murid. Setelah kaca mobil dibuka, Sang Ibu tadi lantas bertanya dengan cepat,


“Ini pawai Pembebasan Al Aqsa ya??”


Setelah di-iyakan oleh sang Ustadzah, tanpa diduga Ibu tersebut langsung menyerahkan segepok lembaran merah ke tangan Ustadzah tersebut, sebelum kembali melaju bersama mobilnya, ia berpesan,


“Titip untuk Al Aqsa, Bu..”


Masya Allah. Betapa Allah mampu menggerakkan hati hamba Nya lewat berbagai macam perantara. Seorang pelintas di jalan Raya yang tidak tahu menahu perihal siapa yang mengadakan pawai, tidak saling kenal, namun kepedulian terhadap Baitul Maqdis yang didalamnya terdapat Masjidil Aqsa lah yang membuatnya tidak ragu menitip donasi dalam jumlah yang besar kepada orang yang bahkan ia tidak tahu namanya, tidak tahu latar belakangnya.

Aksi teatrikal Pembebasan Baitul Maqdis oleh siswa MTs-MA Hidayatullah Jogja

Rangkaian kegiatan pawai kemudian ditutup dengan Teatrikal atau Aksi Panggung tentang Pembebasan Baitul Maqdis oleh siswa MTs-MA Hidayatullah Yogyakarta, bertempat di Masjid Markazul Islam. Berbagai macam pertunjukan dikemas dengan sangat baik; ada drama, nasyid dan juga puitisasi.


Akhirnya, semoga kita dicatat sebagai bagian dari “al-Thâ`ifah al-Manshûrah” yang turut memperjuangkan pembebasan Baitul Maqdis, sebagaimana hadits berikut:


لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ ‏ ‏بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ‏ ‏وَأَكْنَافِ ‏ ‏بَيْتِ الْمَقْدِسِ

“Akan sentiasa ada sekumpulan dari umatku yang terus menegakkan kebenaran dan tegas melawan musuh. Tidak membahayakan perjuangan mereka walau dipinggirkan dan dirintangi kesusahan kecuali ujian (Illahi) sampai datang ketentuan Allah. Mereka akan tetap sedemikian.” Sahabat bertanya: “Di mana mereka itu?” Baginda menjawab “Mereka berada di Baitul Maqdis  dan di kawasan sekitarnya.” (HR. Ahmad).

Rep: Rida Nahdhah

Suara Gemuruh Gunung Merapi Sleman Erupsi

Merapi Bergemuruh dan Keluarkan Asap Putih Tinggi Pagi Ini


SD IT Hidayatulah, Pawai Aksi Bela Baitulmaqdis


Yogyakarta. Seluruh murid TK, SD, MTS, MA Hidayatullah melakukan pawai dalam rangka tarhib Ramadhan dan Aksi belaMasjid Al Aqsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Sekitar siswa siswi berjalan mengelilingi dusun Balong disekitar Sekolah.  

Pada saat yang sama terjadi letusan gunung Merapi dengan membawa abu pulkanik yang menyelimuti sekitar sekolah, sehingga siswa dipulangan dengan cepat dari sekolah guna mengantisipasi letusan susulan gunung Merapi. (Sleman, 11/05/2018) 

GUNUNG MERAPI Di Sleman Yogyakarta kembali MELETUS

GUNUNG MERAPI MELETUS FREATIK TINGGI KOLOM LETUSAN 5.500 METER, STATUS NORMAL


Gunung Merapi yang  terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman meletus freatik pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.32 WIB. Letusan disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan melontatkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik.

Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo sudah diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman. 

Para pendaki gunung Merapi dihimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah. Berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat.


BPBD telah mendistribusikan masker. Hujan abu diperkirakan turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin. Dilaporkan hujan abu vulkanik terjafi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD. 

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB


Tangani Kericuhan Napi Teroris di Mako Brimob, Kodam Siap diterjunkan



JAKARTA - Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya siap menjalani tugas perbantuan untuk menangani insiden kericuhan antara narapidana kasus terorisme (napiter) dengan anggota Polri, di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Namun, hingga kini pihak Kodam Jaya belum menerima permintaan bantuan dari Polri terkait penyelesaian kasus ini.
Tugas perbantuan TNI untuk terlibat dalam penanganan kasus ini disebut telah diatur dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Dalam beleid itu, TNI disebut dapat melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Namun, OMSP dapat dilakukan apabila ada permintaan dari instansi yang berkaitan.
"Kodam Jaya sampai saat ini belum menerima permintaan bantuan dari Polri, pada dasarnya Kodam Jaya standby apabila ada permintaan bantuan dari Polri sesuai tugas pokok TNI untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang tercantum dalam UU Nomor 34 tahun 2004," ujar Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi kepada Okezone, Kamis (10/5/2018).



Diketahui, Selasa 8 Mei 2018 sekira pukul 21.00 WIB terjadi kericuhan antara narapidana terorisme dengan anggota polisi di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Dalam kericuhan tersebut, terjadi baku tembak antara napi dengan petugas.
Setidaknya ada enam orang tewas. Lima diantaranya merupakan petugas kepolisian, yaitu Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Sedangkan tahananan yang tewas bernama Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru.
Sumber:https://news.okezone.com/read/2018/05/10/337/1896582/kodam-jaya-siap-terjun-tangani-kericuhan-napi-teroris-di-mako-brimob


Aksi Konvoi Siswa 'Lulus-lulusan' di Klaten Catatan Buruk Mendikbud



REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy meminta agar kejadian aksi konvoi, perusakan dan penganiayaan siswa di Kabupaten Klaten jangan sampai terulang lagi.
"Saya berkunjung ke Klaten untuk mengecek langsung kejadian apa benar seperti yang diinformasikan di media sosial itu, yang katanya sampai ada korban jiwa," kata Mendikbud disela kunjungannya di SMA Negeri 1 Klaten, Jateng, Kamis (4/5).
Namun, kata Mendikbud setelah berkunjung ke sekolah-sekolah yang siswanya terlibat seperti yang diberitakan media sosial ternyata tidak sebanyak yang dilaporkan itu.
"Kendati demikian, Mendikbud menyesalkan dan ikut prihatin kejadian yang menimpa korban terutama anak siswa SMA Negeri 1 Klaten, ada empat siswa terluka semoga segera pulih terutama mereka ada pengalaman trauma," ujar Mendikbud.
 
Mendikbud juga mengimbau kejadian tersebut agar tidak terulang kembali, terutama Klaten dan di tempat-tempat lainnya. Mendikbud mengatakan pihaknya setelah melihat di lapangan sendiri berita yang tersebar di media sosial ternyata tidak semuanya benar.
Kejadiannya tidak seseram yang diberitakan, ternyata banyak foto-foto yang dimuat dimedia sosial tidak di Klaten. "Saya sangat menyesalkan mereka-mereka yang melakukan tindakan itu, tidak terpuji membuat masyarakat resah. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, kita harus saling bertanggung jawab. Mestinya justru ikut mendinginkan masalah jangan memancing persoalan," tutur Mendikbud.
Mendikbud mengimbau masyarakat atau para pembaca terutama melalui media sosial lebih kritis dan cermat, terutama mereka yang memegang kewenangan mengambil keputusan agar tidak salah menetapkan atau harus mengetahui terlebih dahulu di lapangan untuk bisa mengambil kesimpulan untuk langkah berikutnya.
Selain itu, Mendikbud juga mengimbau seluruh sekolah dimana saja berada terutama kepala sekolah dan para pendidik untuk betul-betul memperhatikan para siswanya terutama yang baru saja menyelesaikan studinya atau lulus sekolah, karena nanti akan ada jedah waktu saat masuk ke sekolah baru merupakan hari-hari yang sangat rawan.
"Para siswa yang sedang eforia kelulusan sekolah supaya guru-guru ikut bertanggung jawab. Jadi jika ada kejadian seperti ini, meski di luar sekolah saya mnta pertanggung jawaban para guru terutama kepala sekolah. Anak-anak dipantau jangan sampai terhanyut eforia yang berlebihan," ujar Mendikbud.
Plt Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan Pemkab Klaten memang merasa kecolongan atas kejadian konvoi para siswa yang sedang eforia atas kelulusannya pada Selasa (2/5). "Saya berharap kejadian itu, ke depan tidak terulang kembali," kata Sri Mulyani.
Kepala Sekolah SMAN 1 Klaten Kawit Sudiyono mengatakan ada empat siswanya kelas 11 semuanya tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera menjadi korban penganiayaan oleh rombongan pelajar SMA dan SMK yang sedang berkonvoi merayakan hari pengumuman kelulusan di depan sekolahnya.
Menurut Kawit para siswanya tersebut sedang jajan di pedagang makanan di warung depan sekolahnya secara tiba-tiba mereka diserang rombongan konvoi itu. Keempat siswa yang korban luka-luka yakni Naufal Fatoni, Cabndra Yuwan, dan Saiful.
Sumber:http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/05/04/opf4f6330-mendikbud-sesalkan-aksi-konvoi-siswa-luluslulusan-di-klaten

Kembali! Jamaah Pengajian Dianiaya di Depan Masjid



MERANGIN - Entah apa penyebab pastinya, Agus(45), warga Kelurahan Pematang Kandis terpaksa harus mendekam di sel Mapolres Merangin. Pelaku dilaporkan korbannya bernama Muhammad Akharom (44) warga Kecamatan Rimbo Bujang, Kecamatan Tebo karena telah menganiaya korban di depan masjid.
Dari data yang di dapat pihak kepolisian, kejadian penganiayaan yang dilakukan Agus bermula saat korban datang ke Masjid Baiturrahman yang berada di belakang Rina Minimarket, Senin lalu. Di mana, saat itu korban bersama jamaah lain sedang berbincang-bincang di teras masjid.
Sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba dari tempat wudhu datang pelaku sambil mengucapkan salam dengan nada tinggi. Usai berjabat tangan korban dengan pelaku, selanjutnya pelaku mengajukan pertanyaan tentang agama kepada korban hingga korban bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pelaku.
Lantaran seluruh pertanyaan pelaku tidak dijawab korban karena bingung, pelaku marah dan langsung menganiaya korban di depan masjid hingga mengalami memar dan mual serta pusing. Korban pun melaporkan pelaku ke Polres Merangin, karena perbuatannya sudah masuk kategori pidana.


Tak beberapa lama usai membuat laporan, anggota Sat Reskrim Polres Merangin langsung mengamankan pelaku di kediamannya, usai diamankan pelaku langsung di bawa ke Polres Merangin untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Paur Humas Ipda Echo Sitorus membenarkan jika anggota Sat reskrim mengamankan pelaku penganiayaan seorang jamaah.
“Untuk pelaku sudah diamankan di Polres Merangin. Namun, saat ini proses hukumnya masih berlanjut,” ujar Ipda Sitorus, Selasa (8/5/2018).
Sitorus menjelaskan, sejauh ini dalam pemeriksaan, memang pelaku mengakui telah menganiaya korban. Namun, untuk kejiwaan pelaku belum kita tes, sebab pelaku sering bertele-tele saat diinterograsi.
“Pelaku ini akan kita tes kejiwaannya, apakah ada gangguan jiwa atau tidak. Sebab dari keterangan warga pelaku mengalami gangguan jiwa, namun semuanya butuh pengecekan dari ahlinya untuk menentukan pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak,” tutupnya.
Sumber:https://news.okezone.com/read/2018/05/09/340/1896071/seorang-jamaah-pengajian-dianiaya-di-depan-masjid

Cuti PNS Tak Dipotong saat Lebaran, Bagaimana dengan Swasta?


Jakarta - Cuti bersama saat hari Raya Idul Fitri Tahun 2018 telah ditetapkan sebanyak tujuh hari atau sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri yang diputuskan pada 18 April lalu.

Keputusan ini diambil usai menerima masukan dari kalangan pengusaha. Dalam keputusan ini, ada ketentuan cuti bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta.

Ketentuan itu juga merupakan hasil evaluasi pemerintah menyebutkan, jatah cuti bagi PNS tidak memangkas cuti tahunan sedangkan bagi pegawai swasta mengurangi hak cuti tahunannya.

"Kalau pegawai swasta otomatis mengurangi cuti tahunan," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di kantor Kemenko Bidang PMK, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).




Hanif mengatakan cuti bersama di sektor swasta merupakan bagian dari cuti tahunan pekerja yang bersifat fakultatif, sehingga pelaksanaannya dilakukan atas kesepakatan antara pekerja dengan pengusaha dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Menurut Hanif, pengusaha juga wajib membayarkan setiap tenaga pekerja sesuai aturan yang berlaku, baik yang cuti maupun yang masuk kerja.

"Bila melebihi jam kerja atau lembur juga tetap akan dibayar," ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan cuti Lebaran tidak mengurangi jatah cuti tahunan bagi para PNS, atau sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah. 




Asman bilang, bagi PNS yang masuk saat cuti bersama juga bisa menggunakan jatah cutinya di lain hari. Misalnya, setelah Lebaran, atau sesuai dengan hasil evaluasi yaitu, PNS yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.

"Untuk PNS sudah di atur PP 33, cuti bersama itu tidak mengurangi hak cuti tahunan," kata Asman.

Cuti Bersama Lebaran 7 Hari, Perdagangan Saham Ikut Libur



Jakarta - Pemerintah telah mentapkan bahwa cuti bersama libur Idul Fitri tahun ini tetap 7 hari. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kut keputusan pemerintah.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, jadwal libur perdagangan saham di pasar modal akan mengikuti cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Sebab mengikuti jadwal kliring.

"Seperti diumumkan Ibu Menko, bursa buka mulai tanggal 20 Juni. Kan ikut pemerintah. Kita hanya buka pas kliring buka," tuturnya kepada detikFinance, Senin (7/4/2018).

Pemerintah pun tegas terkait dengan keputusan cuti bersama saat Hari Raya Idul Fitri Tahun 2018 selama 7 hari atau sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri.


SKB 3 menteri ditandatangani oleh Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Menteri Ketenagakerjaan. Dalam keputusan tersebut penambahan cuti bersama diberikan 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.
Dalam keputusan ini juga, ada 8 poin tambahan yang merupakan hasil SKB 3 menteri usai menerima masukan dari pihak pengusaha.
Sebanyak 8 poin hasil evaluasi tersebut adalah pertama pemerintah akan memastikan, pelayanan pada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Seperti, rumah sakit, imigrasi, bea cukai, perhubungan, dan sebagainya.

Baca Juga: Bubarkan Diri, Massa #2019GantiPresiden Punguti Sampah

Lalu kedua, setiap kementerian/lembaga akan menugaskan pekerjanya. Ketiga, PNS yang bekerja pada saat lebaran dapat mengajukan cuti di luar itu tanpa mengurangi jatah cutinya. Keempat, transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. 

Kelima, cuti bersama di sektor swasta bersifat fakultatif, sehingga kesepakatan melibatkan para buruh dan pengusaha. Keenam, Kemenhub akan mengatur sektor pelabuhan agar pelabuhan bisa bekerja pada saat cuti lebaran. 

Ketujuh, melengkapi ini, 4 menko akan mengatur atau menindak lanjuti ke kementerian/lembaga yang di bawahnya. Kedelapan, setiap kementerian/lembaga akan menetapkan instruksi/surat edaran. (Sumber:https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4008327/cuti-bersama-lebaran-7-hari-perdagangan-saham-ikut-libur?_ga=2.228812697.402722198.1525584518-1676554825.1525358744)

Waaw...Berjalan Panas, Persebaya Taklukkan Arema FC 1-0 di GBT





























SURABAYA - Laga super big match antara tuan rumah Persebaya Surabaya melawan tamunya, Arema FC, berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu 6 Mei 2018. Pertandingan kedua tim tersebut berjalan seru dan menarik sejak awal kick off.
Persebaya yang menargetkan kemenangan tampil dengan formasi menyerang 3-4-3 mengandalkan trio penyerang Oktavianus Fernando, Fernando Bahabol, dan Rishadi Fauzi. Sementara itu, Arema FC yang bertindak sebagai tim tamu tak mau kalah dengan menampilkan formasi 3-4-1-2, di mana Rivaldy Bawuo dan Thiago Furtuoso tampil sebagai penyerang disokong penyerang lubang Muhammad Rafli.
Persebaya langsung menggebrak, kelincahan pemain - pemain Bajul Ijo -julukan Persebaya- mulai dari Nelson Alom, Ruben Sanadi, Abu Rizal Maulana, dan kapten tim Rendi Irawan Saputra, merepotkan lini belakang Arema FC yang digalang Arthur da Cunha, Johan Ahmat Alfarizi, dan Purwaka Yudhi. Selama 14 menit pertandingan berjalan, sebuah sepakan dari Oktavianus Fernando mampu ditepis penjaga gawang Arema FC, Utam Rusdiana.



















Begitupun pada menit ke-26, sebuah tendangan bebas langsung yang dihadiahi wasit mampu dimentahkan penjaga gawang Singo Edan -julukan Arema. Arema bukan tanpa peluang, beberapa kali Rivaldy, Thiago, Rafli, dan Dedik Setiawan, mampu merepotkan lini belakang Persebaya Surabaya.
Puncaknya sebuah tendangan keras M. Rafli menit ke-29 dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kanan penjaga gawang Miswar Saputra. Di menit ke-47 sebuah penetrasi Dendi Santoso nyaris mencetak skor bagi Arema FC. Akan tetapi, sebuah kontrol bola dan benturan kecil dengan Miswar, tak dianggap sebagai pelanggaran. Hingga babak pertama berakhir, skor 0-0 bertahan untuk kedua tim.

Awal babak kedua, Arema FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Peluang Rivaldy Bawuo menit ke-52, yang memanfaatkan bola liar hasil kesalahan antisipasi Miswar masih melambung tipis meski gawang telah kosong. Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua pelatih, pelatih Alfredo Vera memasukkan Irfan Jaya, David da Silva, Misbakus Solihin menggantikan Ferdinand Pahabol,Rishadi Fauzi, dan Rendi Irawan.
Sementara itu, Joko Susilo memasukkan Hanief Sjahbandi menggantikan M. Rafli yang mengalami cedera. Masuknya tiga pemain Persebaya membuat alur serangan Green Force -julukan lain Persebaya- semakin agresif. Tercatat Irfan Jaya nyaris mencetak gol menit ke-66 bila bola cip-nya tak ditepis oleh Utam Rusdiana. 
Sementara itu, peluang emas melalui Robertino Pugliara memanfaatkan umpan David da Silva yang seharusnya berbuah gol, tendangannya justru melayang tinggi. Kebuntuan Persebaya pecah menit ke-82, sebuah umpan lambung Irfan Jaya dibuang Arthur da Cunha. Akan tetapi, bola yang dibuang justru mengarah ke Misbakus Solihin yang berdiri bebas, dengan sekali kontrol tendangan kaki kiri meluncur deras menjebol gawang Utam Rusdiana dan mengubah skor menjadi 1 - 0 untuk keunggulan Persebaya.
Di menit-menit pertandingan menajdi semakin panas, beberapa kontak fisik terjadi. Puncaknya saat Misbakus Solihin terlibat insiden dengan Hendro Siswanto yang membuat keduanya dihadiahi kartu merah oleh wasit Novari Ikhsan. Hingga wasit meniup peluit panjang berakhir tak ada gol lagi yang tercipta, skor 1 - 0 untuk kemenangan Persebaya atas tamunya Arema FC.
Sumber:https://bola.okezone.com/read/2018/05/06/49/1895100/berjalan-panas-persebaya-taklukkan-arema-fc-1-0-di-gbt?page=2

Pemerintah tidak memperpanjang masa pendaftaran nomor kartu prabayar yang berakhir pada Senin (30/04) tengah malam.

Konsekuensinya, nomor prabayar yang tidak didaftarkan akan mengalami pemblokiran total.
"Tidak ada perpanjangan waktu," kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Noor Iza, dalam keterangan yang dimuat di situs resmi Kominfo.
"Sehingga, seluruh nomor lama yang belum diregistrasikan ulang pada batas waktu tersebut akan diblokir secara total dan nomor tersebut tidak dapat digunakan lagi untuk melakukan registrasi ulang secara mandiri melalui SMS ke nomor 4444 atau kanal lainnya," kata Noor Iza.
Terblokir total berarti pemilik nomor tidak bisa melakukan panggilan atau menerima telepon, mengirim atau menerima pesan pendek (SMS), atau mengakses layanan data internet.
Jika karena satu dan lain hal pengguna nomor prabayar gagal atau belum bisa mendaftar, yang bersangkutan bisa melakukan registrasi ke gerai operator masing-masing dengan membawa data nomor KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK).
Hal ini tercantum dalam surat pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, kata Kompas.com.
Menurut pengumuman ini, para pemilik nomor kartu prabayar yang masih ingin menggunakan nomor bisa menghubungi gerai operator untuk melakukan registrasi.

Registrasi melalui komputer desktop

Pengalaman BBC Indonesia pada akhir April ketika melakukan registrasi dua nomor seluler prabayar, registrasi mandiri dengan mengirim data nomor KTP dan KK ke nomor SMS 4444 tidak langsung berhasil.




Hak atas foto

                         Situs resmi Kominfo menyebutkan hingga 19 Maret lalu sudah terdaftar 360,3 juta nomor.

BBC Indonesia mendapatkan SMS jawaban yang menyebutkan sistem sedang sibuk dan diminta mengulangi lagi dalam 24 jam.
Upaya mendaftar secara mandiri ini tidak berhasil. Registrasi baru bisa lancar dilakukan dengan mengakses halaman internet operator seluler melalui desktop.
Dua nomor tersebut langsung berhasil didaftarkan dan pada halaman registrasi tersebut ada notifikasi konfirmasi.
Registrasi kartu seluler prabayar sudah beberapa kali diwajibkan oleh pemerintah Indonesia, seperti pada 2005 dan 2014 lalu.
Registrasi kali ini, kata Kominfo pada akhir Februari 2018, berbeda dengan sebelumnya karena kali ini mensinkronisasi data pemilik kartu dengan Nomor Induk Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.
Tujuan registrasi ini yang pertama untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh pelanggan pengguna jasa telekomunikasi dan memberikan perlindungan juga, misalnya dari spam, sms yang tidak bertanggung jawab, yang cenderung akan penipuan dan sebagainya, kata jubir Kominfo, Noor iza.

Dengan registrasi ini pihaknya juga ingin ada keabsahan data identitas yang jelas siapa pengguna nomor telepon genggam yang beredar di masyarakat.
Situs resmi Kominfo menyebutkan hingga 19 Maret lalu sudah terdaftar 360,3 juta nomor prabayar.
Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43922106

 
close